Studi Kasus

Tanoto Foundation dan Sekolah Dasar Negeri 169/V Desa Cinta Damai: Kemitraan Berbasis Komunitas untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan di Pedesaan

19/Jul/2017 - 16:55

Kemitraan antara Tanoto Foundation dan Sekolah Dasar Negeri 169/V Desa Cinta Damai, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, berlandaskan pada rasa saling percaya dan kesamaan perhatian pada kualitas pendidikan. Bagi Tanoto Foundation, pendidikan adalah pintu gerbang bagi penghapusan lingkaran kemiskinan yang banyak menjerat keluarga di Indonesia. Bagi pemerintah daerah melalui SDN 169/V, kemitraan ini turut membantu memperbaiki sistem pendidikan dan kualitas pendidik utamanya di daerah terpencil.

 

Keduanya sepakat melaksanakan empat kegiatan yaitu (1) peningkatan kapasitas guru, (2) peningkatan minat baca (literasi) anak, (3) perbaikan infrastruktur (sarana-prasarana), dan (4) pelibatan pemangku kepentingan untuk kemajuan sekolah. Hasil dan dampak dari program tersebut di antaranya adalah pihak sekolah secara mandiri telah berhasil membangun kemitraan dengan lembaga lain seperti pemerintah desa, Koperasi Unit Desa (KUD), Puskesmas, orang tua siswa, dan pihak perusahaan di mana masing-masing mitra memberikan sumbangan dalam berbagai bentuk. Selain meningkatnya jumlah mitra, SDN 169/V mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi. Dalam aspek kualitas pendidikan, SDN 169/V mencapai hasil Uji Kompetensi Guru di atas standar nasional.

 

Tantangan utama yang dihadapi di antaranya adalah jumlah siswa masih di bawah 200, kesulitan akses transportasi menuju sekolah, dan status guru yang masih honorer. Ke depannya Tanoto Foundation akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk penguatan kapasitas pelatih; serta menjadikan SDN mitra sebagai sekolah percontohan bagi lembaga pendidikan lainnya.

 

BTPN dan SB-IPB: Program Daya Tumbuh Usaha

16/Jan/2017 - 08:43

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) berfokus pada segmen masyarakat berpenghasilan rendah termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan masyarakat prasejahtera produktif (mass market).  BTPN meyakini nasabah mass market tidak hanya membutuhkan akses finansial, tetapi juga pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan kualitas hidup mereka.

 

Untuk mewujudkan itu, BTPN mengimplementasikan sebuah program pendampingan dan pemberdayaan nasabah yang disebut Daya. Daya adalah sebuah program pemberdayaan yang dilaksanakan BTPN secara berkelanjutan dan terukur yang diperuntukkan bagi seluruh nasabah BTPN.

 

Daya memiliki tiga pilar program, yaitu Daya Sehat Sejahtera, Daya Tumbuh Usaha, dan Daya Tumbuh Komunitas. Guna meningkatkan kualitas Program Daya, khususnya Daya Tumbuh Usaha, BTPN menggandeng Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor (SB-IPB) untuk ikut menyusun kurikulum pelatihan yang dibutuhkan nasabah. BTPN dan SB-IPB meyakini implementasi program Daya dapat meningkatkan kapasitas usaha nasabah.

 

Kerja sama antara BTPN dan SB-IPB dimulai pada 2009 melalui proyek pengembangan modul dan penelitian terhadap kebutuhan nasabah. Kerja sama kemudian berkembang menjadi penyusunan kurikulum, satuan acuan pengajaran dan penyempurnaan modul untuk Daya Tumbuh Usaha pada 2012. Selain penyusunan dan pengembangan kurikulum, kerja sama antara BTPN dengan SB-IPB juga meliputi survei dan evaluasi kegiatan, pemantauan dampak program terhadap penerima manfaat dan penyediaan akses terhadap jenis usaha baru.  Implementasi program didukung oleh kantor cabang dari unit bisnis BTPN di seluruh Indonesia.

 

Program Daya Tumbuh Usaha (DTU) terdiri dari 3 sub program yakni Program Informasi Usaha, Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan dan Peluang Usaha Baru. Selain melalui pelatihan dengan metode tatap muka, pelaksanaan program Daya Tumbuh Usaha diberikan melalui poster dan flyer yang berisi informasi dan tips kewirausahaan.

 

Sebagai wujud apresiasi bagi nasabah yang telah mengikuti empat modul pelatihan, BTPN dan SB-IPB telah mewisuda lebih dari 10 ribu nasabah. Sementara jumlah peserta Daya Tumbuh Usaha mencapai 187 ribu peserta, yang dipandu oleh 160 pelatih bersertifikasi.

 

Menghadapi era digital saat ini, kurikulum yang terdapat dalam DTU nantinya juga akan mencakup pengenalan e-commerce kepada nasabah yang ingin memperluas jangkauan bisnisnya.  Upaya ini, juga melibatkan para mahasiswa untuk melatih pengusaha mikro dan kecil untuk melakukan pemasaran secara online.

 

PT Holland for Water (NAZAVA) dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN): Program Baduta: Bagaimana Air Bersih Membantu Mengurangi Stunting (Balita Pendek)

19/Aug/2016 - 17:05

Program Baduta: Bagaimana air bersih membantu mengurangi stunting (balita pendek), merupakan kemitraan antara PT Holland for Water (NAZAVA) dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN). Kerja sama ini dimulai dari September 2014, berlatar belakang akan kesamaan perhatian terhadap status gizi terutama pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan ketersediaan air minum layak dan bersih yang diharapkan dapat meningkatkan status gizi anak dan mengurangi angka balita pendek.


Pengimplementasian program dilakukan di 6 kecamatan yaitu 3 di kabupaten Malang dan 3 di kabupaten Sidoarjo. Target utama yang menjadi fokus dari program ini adalah Ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta) sebagai upaya mendukung 1000 HPK. Kegiatan yang dilakukan yaitu NAZAVA memberikan asesmen air masyarakat dan pendidikan mengenai HWTS (Household Water Treatment and Safe storage) dan kualitas air kepada 125.000 orang, kemudian mulai melakukan pembentukan rantai pasokan yang berkelanjutan dari filter air rumah tangga melalui wirausahawan filter air kepada 30.000 orang dengan air minum aman, dan yang terakhir melakukan pembangunan kapasitas untuk sistem air masyarakat kepada 1.000 rumah tangga dengan akses air bersih.


Dalam pelaksanaan kegiatan, PT Holland for Water (NAZAVA) dan GAIN melakukan pembagian tugas sesuai dengan keahlian masing-masing. PT Holland for Water (NAZAVA) sebagai perusahaan air minum berperan dalam meneliti, memberikan penilaian kualitas air masyarakat, dan memberikan pengetahuan mengenai cara memilih sampai menyimpan air minum dengan benar. Sedangkan GAIN, berperan dalam memfasilitasi program kepada masyarakat dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Kedua pihak juga saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam proses pengimplementasian program di enam kecamatan.


Hasil yang dicapai oleh Program Baduta hingga tahun 2016 adalah 2.000 ibu kader desa dan 20.000 ibu-ibu memperoleh pelatihan mengenai air minum sehat dan aman; pelatihan rantai suplai teknologi air minum sehat kepada 80 wirausaha yang 95% nya terdiri dari perempuan.

Yayasan Ancora dan Indonesian Heritage Foundation: Sekolah Rakyat Ancora

20/Jul/2016 - 10:43

Program Sekolah Rakyat Ancora adalah kemitraan antara Yayasan Ancora (Ancora Foundation) dan Indonesian Heritage Foundation (IHF). Program bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di PAUD termasuk kapasitas guru pengajarnya.


Model kemitraan yang dibangun mencerminkan keahlian masing-masing organisasi. Yayasan Ancora menggalang dana untuk pelatihan guru, melakukan identifikasi sekolah PAUD dan TK yang akan dilibatkan, melakukan pemberian bantuan teknis selama kegiatan berlangsung dan melakukan pengawasan dan evaluasi. Sementara IHF melakukan pelatihan guru, menyediakan modul Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK), buku cerita, alat per-mainan edukatif (APE), buku rencana belajar harian, literatur pendukung dan signboard bagi mitra.


Hingga akhir tahun 2015, Sekolah Rakyat Ancora telah berhasil melatih 830 guru dari 415 sekolah PAUD yang memberikan dampak bagi lebih dari 12.000 anak di seluruh Indonesia. Materi pelatihan dan pengajaran PAUD yang dihasilkan adalah 6 modul PHBK, 122 buku cerita, 74 alat permainan edukatif, 1 modul pilar, 1 set buku pilar dan 5 literatur pendukung yang digunakan untuk merancang dua tahun sesi pembelajaran.

Academi of Sharing: Using Social Media to Build a Social Movement
Case Study by CCPHI and Centre for Asian Philantrophy and Society/CAPS

02/May/2016 - 10:59

Users of Twitter and other social media platforms connect with each other to build an Indonesian foundation committed to sharing, learning, and bridging gaps between the classroom and the professional world.

 1 2 3 >  Last ›