EPSP Angkatan 5

Tentang EPSP Angkatan 5


Executive Program for Sustainable Partnership (EPSP) adalah program pendidikan eksekutif yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Paramadina dengan CCPHI dan didukung oleh Ford Foundation.


Program Pendidikan EPSP Angkatan 5 yang berlangsung pada Maret - Mei 2017diikuti oleh 21 peserta dari tiga sektor utama kemitraan yaitu pemerintah, perusahaan dan LSM. Para peserta Angkatan 5 diharapkan dapat membangun kemitraan baik antar ketiga sektor tersebut maupun dengan masyarakat, dalam mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang pembangunan berkelanjutan.


Di pertemuan terakhir, para peserta mempresentasikan prototype kemitraan yaitu rancangan proyek rintisan berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Prototypeyang dipresentasikan berlandaskan pada azas-azas pembangunan berkelanjutan. Diharapkan prototype tersebut dapat diimplementasikan oleh ketiga sektor sebagai bagian dari pemangku kepentingan tersebut.

 

Peserta:

 

Bisnis

  • Andrew Hallatu – Public Affairs & Community Manager, Coca Cola Indonesia
  • Albert Abraham – Manajer CSR, PT Indofood
  • Candy Sihombing – Manajer CSR, PT Trakindo Utama
  • Deni Puspahadi – Head of CSR, PT Indofood
  • Deny Murtiyono – Superintendent Communication Support Production Digital, PT Freeport Indonesia
  • Jan Ramos Pandia – Solution Manager, PT Daya Dimensi Indonesia
  • Yosafat Erie Setianto – Strategic Partnership Head, Bank BTPN

 

Organisasi Nirlaba

 

  • Agus Susanto - Chairman of the Executive Board, Yayasan Tahija
  • Dani Alfian Novianto – Koordinator Media, Aliansi Remaja Independen
  • Gustina – Operation Manager, Rumah Energi
  • Rahyang Rimba Prima Nusantara – Koordinator Nasional, Perkumpulan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik
  • Suryani Indahsari – Direktur Eksekutif, Mien R Uno Foundation
  • Timotheus Lesmana Wanadjaja – Ketua Badan Pengurus, Perhimpunan Filantropi Indonesia

 

Pemerintah

 

  • Fadjar Hutomo – Deputi Kepala, Badan Ekonomi Kreatif
  • Gabriel Bambang Sasongko – Jabatan Fungsional Umum, Kementerian Dalam Negeri
  • Haslinda – Kasubdit Klinik, Kementerian Kesehatan
  • Ike Andriyana – Jabatan Fungsional Umum, Kementerian Dalam Negeri
  • Ita Mucharam – SDG Philanthropy Platform Coordinator, UNDP
  • Nur Cahyo – Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan Sekolah & PT, Perpustakaan Nasional
  • Rizki Triana Putri – Data Analis, Kementerian Perindustian
  • Sylvia Diah Ayu Kusumawardani – Analis Data Industri Hijau, Kementerian Perindustrian

 

 

Narasumber:

 

 

 

 

Adi Sasongko, Director of Health Service, Yayasan Kusuma Buana

 

 

Adi Sasongko telah lama berkecimpung dalam dunia LSM khususnya dalam bidang kesehatan sesuai dengan passion dan edukasi yang ditempuhnya.  Adi menyelesaikan Sarjana Kedokteran di Universitas Indonesia dan Master dalam Perkembangan Sosial dari University of Reading, Inggris.

 

Selain aktif di Yayasan Kusuma Buana, Adi juga merupakan seorang dosen di FKM-UI mengajar dalam hal Pengembangan dan Organisasi Kemasyarakatan, Pemasaran Sosial, dan Promosi Kesehatan.

 

 

 

Arif Budimanta, Vice Chairman of National Economic and Industry Committee Republic of Indonesia

 

 

Arif Budimanta sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Industri dan Ekonomi Nasional, sebuah badan yang dibentuk melalui Keppres No. 8/2016 untuk mendukung keberhasilan Kabinet Presiden dalam menentukan kebijakan ekonomi dan industri. Selain itu Arif juga aktif sebagai anggota Dewan Direksi Indonesia Eximbank; pengajar di Universitas Indonesia; anggota Royal Economic Society (RES) London; Pendiri dan Penasihat Indonesian Center for Sustainable Development (ICSD); Direktur Eksekutif Megawati Institute dari 2008 hingga sekarang.

 

Pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI Komisi XI yang menangani masalah perencanaan pengembangan, keuangan dan perbankan.  Arif mendapatkan gelar Doktor dari Universitas Indonesia, dan melanjutkan belajar mengenai keuangan University of Chicago dan Program Kepemimpinan untuk Eksekutif Senior di Harvard Business School (HBS).

 

Arif lama berkecimpung sebagai konsultan di perusahaan Pertambangan, Minyak, Gas dan Pengembangannya.  Sebelumnya ia juga bertindak sebagai Tenaga Ahli untuk PT. Timah (Persero) Tbk di bidang Pengembangan Berkelanjutan dan CSR.

 

 

 

Prof. Dr. Emil Salim - Ahli Ekonomi, Cendekiawan

 

 

 

 

 

Prof. Dr. Emil Salim adalah seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia. Emil adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia. Ia juga penerima anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation. Sebelumnya, pada tahun 1994, setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, and Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah NGO yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

 

 

Erna Witoelar, Mantan Duta Besar Khusus PBB untuk MDGs

 

 

 

Erna Witoelar adalah mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional, ia pernah menjadi Duta Besar khusus PBB untuk MDGs di Asia Pasifik.

 

Erna Witoelar juga menjadi Dewan di beberapa LSM seperti di Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB), dan Dana Mitra Lingkungan (DML). Ia saat ini juga memimpin Konsorsium Filantrofi Asia Pasifik (APPC), Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD), dan ketua bersama dari Asia Pacific Water Forum (APWF). Ia adalah salah satu pendiri dan pernah menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Presiden Konsumen Internasional dan Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI)

 

 

 

 

Milawarma - Komisaris Utama, PT Timah Tbk

 

 

Sebelum menjabat sebagai Komisaris Utama PT Timah Tbk pada tahun 2016, Milawarma adalah profesional yang bergabung dengan PT Bukit Asam Tbk selama 28 tahun dengan berbagai jabatan.  Milawarma menjabat sebagai Direktur Utama PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) sejak tahun 2011. Sebagai direktur utama Milawarma melakukan transformasi di PTBA yang semula sebagai perusahaan tambang batubara menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dengan mengembangkan energi terbarukan.


Milawarma mendapatkan banyak penghargaan seperti The Best CEO 2014 - rank 4 (SWA, Dunamis, Ipphos), The Best CEO Listed Company 2014 (Anugerah Business Review), The Best Green CEO 2014 (Warta Ekonomi), The Most Inspirational CEO 2014 (Men's Obsession), The Best Enterpreneur 2014 (Asia Pacific Entrepreneurship Award/APEA 2014) dll.
 

 

 

 

 

Muhamad Iman Usman, Co-founder, Ruangguru.com

 

 

 

 

 

 

Muhammad Iman Usman adalah seorang tokoh muda, pengusaha, aktivis sosial, dan aktif berbicara di berbagai forum nasional maupun internasional.  Ia juga dikenal sebagai Duta Muda ASEAN untuk Indonesia dan pendiri Indonesian Future Leader, sebuah organisasi nirlaba yang fokus pada pemberdayaan pemuda di Indonesia.  Saat ini, ia aktif memimpin perusahan startup di bidang pendidikan dan teknologi, Ruangguru.com

 

Salah satu pendiri Indonesian Future Leaders ini menjadi satu dari sepuluh anak yang mendapatkan penghargaan World Youth Achiever Recognition dari Friendship Ambassador Foundation yang bermarkas di Amerika Serikat.  Ia juga terpilih sebagai Penasihat Remaja United Nations Population Fund di Indonesia.

 

Muhammad Isman Usman hidup dengan menjalani mimpinya dan mengejar lebih dahulu untuk gagal, agar dapat belajar lebih dahulu dari yang lain.  Ketidaktakutannya untuk gagal menginspirasi kaum muda yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

Galeri EPSP Angkatan 5

 

 

   

Kelas EPSP we-fie bersama Bu Erna Witoelar setelah memaparkan tentang Global Goals. @CCPHI 2017.

 

Suasana kelas dan diskusi saat Prof. Firmanzah memberikan pemaparan tentang Organization Behavior. ©CCPHI 2017.

 

 

 

 

 

   

Kelas EPSP angkatan ke-5 bersama Arif Budimanta, sebagai narasumber “Stakeholder Perspectives”. ©CCPHI 2017.

 

Peserta EPSP angkatan ke-5 bersama Milawarma, setelah berbicara tentang Bussiness Insight. @CCPHI 2017

 

 

 

 

 

   

Suryani Indah Sari memberikan sambutan wisudawan pada acara wisuda EPSP angkatan ke-5.  ©CCPHI 2017.

 

Peserta EPSP Angkatan 5 berfoto bersama setelah proses pelantikan sebagai wisudawan dan wisudawati di Universitas Paramadina ©CCPHI 2017.