EPSP Angkatan 4

Tentang EPSP Angkatan 4


Executive Program for Sustainable Partnership (EPSP) adalah program pendidikan eksekutif yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Paramadina dengan CCPHI dan didukung oleh Ford Foundation.


Program Pendidikan EPSP Angkatan 4 yang berlangsung pada Agustus – November 2016 diikuti oleh 23 peserta dari tiga sektor utama kemitraan yaitu pemerintah, perusahaan dan LSM. Para peserta Angkatan 4 diharapkan dapat membangun kemitraan baik antar ketiga sektor tersebut maupun dengan masyarakat, dalam mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang pembangunan berkelanjutan.


Di pertemuan terakhir, para peserta mempresentasikan prototype kemitraan yaitu rancangan proyek rintisan berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Prototypeyang dipresentasikan berlandaskan pada azas-azas pembangunan berkelanjutan. Diharapkan prototype tersebut dapat diimplementasikan oleh ketiga sektor sebagai bagian dari pemangku kepentingan tersebut.

 

Peserta:

 

Bisnis

  • Andrie Darusman – DAYA Head, BTPN
  • Ardina Yunita Kartikasari – Senior Producer, CNN Indonesia
  • Aris Supriyanto – Manager Pengembangan Usaha, PD PAL Jaya
  • Jagar Colbert Siburian – Senior Program Manager, PT. Aetra Air Jakarta
  • Puteradi Kurniawan – Regional Marketing Manager, PT. Fast Food Tbk.
  • Rozan Anwar – President Commissioner, Daya Dimensi Indonesia
  • Sari Esayanti – Superintendent, PT Freeport Indonesia
  • Yudi Irawan – Legal Manager, PDAM Prov. DKI Jakarta
  • Valentinus Hartadi – Project Manager & Managing Editor, Kompas KLASS
  • Wahyu Irfan – Manager of CSR, PT. Elnusa Tbk.

 

Organisasi Nirlaba

 

  • Adi Pratama – Program Manager, Indonesia Global Compact Network
  • Bowo Witjaksono Suhardjo – Strategic Collaborator, Yayasan Generasi Hebat
  • D’karlo Purba – Program Director, ADRA Indonesia
  • Laily Hanifah – Executive Director, Yayasan Mitra Inti
  • Mundi Mahaswiati Program Manager, Yayasan Kusuma Buana
  • Rahmi Hidayati Communication & Programme Campaign Director, Yayasan LENTARI
  • Ratri Wuryandari – CEO, Ancora Foundation
  • Rayani R. Doodoh Business Development Program Officer, AVI Indonesia

 

Pemerintah

 

  • Ahmad Yudistira – Tenaga Ahli Bidang Hukum Direktorat Kerja Sama Pemerintah Swasta dan Rancang Bangun Kementerian PPN, Bappenas
  • Erna Kartikasari – Kepala Subag Komunikasi Internal dan Layanan Informasi Publik, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi
  • Indriana Nugraheni – Manager, Sekretariat SDGs Bappenas
  • Novana Putri – Kasubdit Praktik Perorangan Dit. Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan.
  • Yaya Sutarya - Kassubag Amerop, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan.

 

 

Narasumber:

 

 

 

 

Abdullah Azwar Anas, Bupati Banyuwangi

 

 

Abdullah Azwar Anas atau yang lebih akrab dipanggil Anas adalah Bupati Banyuwangi sejak tahun 2010. Di masa kepemimpinannya, Anas meluncurkan program-program yang mengubah wajah Banyuwangi dalam peta Indonesia, seperti meresmikan bandara Blimbingsari yang mempermudah akses ke Banyuwangi, mengadakan acara-acara yang dikemas secara inovatif seperti Banyuwangi Ethno Carnival, Banyuwangi Jazz Festival, Tour de Ijen dan lainnya.


Anas memperoleh banyak penghargaan dari segi akademis dan profesional, dan di bawah kepemimpinannya Kabupaten Banyuwangi memperoleh banyak penghargaan untuk kategori lingkungan, pendidikan, seni budaya, kepariwisataan, ekonomi, inovasi daerah, koperasi, kesehatan, pertanian, akuntabilitas publik, teknologi informasi dan lain lain.


Anas menyelesaikan Sarjana Pendidikan di Fakultas Teknologi Pendidikan IKIP Jakarta dan Fakultas Sastra Universitas Indonesia, dan Master di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia.

 

 

 

Dinna Wisnu, Ph.D, Director, Paramadina Graduate School of Diplomacy & Paramadina Graduate Schools

 

 

Dinna Wisnu turut mendirikan sekolah pascasarjana diplomasi pertama di Indonesia: Paramadina Graduate School of Diplomacy. Di Universitas Paramadina, ia menjabat sebagai Direktur, Paramadina Graduate School of Diplomacy, dan Direktur, Paramadina Graduate Schools.


Spesialisasi Dinna adalah ekonomi politik internasional, dengan fokus pada kebijakan kesejahteraan sosial, ekonomi politik pembangunan, tenaga kerja dan hubungan industrial, juga diplomasi. Dinna diundang untuk mengajar beberapa topik kuliah di SunKyun Hwan Universitas dan Sogang University di Korea Selatan, Spelman College di Atlanta Amerika Serikat, Kementerian Luar Negeri, serta Bank Indonesia, khususnya pada topik ekonomi politik internasional dan diplomasi.


Dinna menulis untuk surat kabar (Seputar Indonesia, Jakarta Post, Kompas dan seperti yang diminta oleh media lokal dan asing), pembicara di TV dan radio terkait ekonomi politik internasional dan diplomasi, juga dikutip di berbagai media internasional seperti China People’s Daily, Associated Press, Channel News Asia, dll.

 

 

 

Prof. Dr. Emil Salim - Ahli Ekonomi, Cendekiawan

 

 

 

 

 

Prof. Dr. Emil Salim adalah seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia. Emil adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia. Ia juga penerima anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation. Sebelumnya, pada tahun 1994, setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, and Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah NGO yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

 

 

Erna Witoelar, Mantan Duta Besar Khusus PBB untuk MDGs

 

 

 

Erna Witoelar adalah mantan Menteri Permukiman dan Pengembangan Wilayah pada Kabinet Persatuan Nasional, ia pernah menjadi Duta Besar khusus PBB untuk MDGs di Asia Pasifik.

 

Erna Witoelar juga menjadi Dewan di beberapa LSM seperti di Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB), dan Dana Mitra Lingkungan (DML). Ia saat ini juga memimpin Konsorsium Filantrofi Asia Pasifik (APPC), Yayasan Inovasi Pemerintahan Daerah (YIPD), dan ketua bersama dari Asia Pacific Water Forum (APWF). Ia adalah salah satu pendiri dan pernah menjadi Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dan Presiden Konsumen Internasional dan Yayasan Konsumen Indonesia (YLKI)

 

 

 

 

Judith Dipodiputro, Leader, Pokja Papua

 

 

Dalam rentang 30 tahun, Judith J. Dipodiputro telah memfokuskan karirnya pada bidang komunikasi, pengembangan masyarakat dan diplomasi publik.  Berbagai pekerjaan di berbagai sektor pernah dilakoninya – menjadi Vice President Total E&P Indonesie di sektor swasta, menjadi Senior Advisor di berbagai pemerintah regional, menjadi pendiri beberapa organisasi masyarakat, dan menjadi Chief Editor di Daily Executive Digest.  Judith sangat mengetahui seluk beluk Indonesia karena banyak melakukan perjalanan ke daerah.

 

Ia percaya bahwa diperlukan visi, keteguhan dan semangat untuk mencapai kesuksesan, dan diperlukan integritas untuk mencapai menjadi unggul.

 

Judith saat ini memimpin POKJA PAPUA, sebuah yayasan yang bekerja untuk menciptakan penyelesaian berkesinambungan untuk perempuan dan masyarakat termarginalisasi dengan melibatkan berbagai stakeholder terutama di Papua dan Papua Timur.

 

Judith melakukan advokasi melawan korupsi di Indonesia, dan berjuang untuk alam Indonesia.

 

 

 

 

Silverius Oscar Unggul (Onte), Founder, Yayasan Cinta Alam

 

 

 

 

 

 

Silverius Oscar Unggul (Onte), adalah pendiri Yascita dan Direktur Eksekutif Jaringan untuk Hutan (JAUH) yang merupakan salah satu LSM berbasis masyarakat yang mempromosikan tentang pembalakan.


Idenya tentang “Konglomerasi Sosial” menempatkannya sebagai Social Entrepreneur of The Year (Ernst and young, 2008). Onte juga di pilih sebagai Young Global Leader (YGL) dari World Economic Forum dan mendapat kesempatan untuk diundang pada acara pertemuan tahunan di Davos. 2010, Onte bersama Telapak dipilih sebagai Skoll Social Entrepreneur di Skoll World Forum in Oxford. Onte juga terpilih sebagai Ashoka Fellow – salah satu jaringan social entrepreneur terbesar di dunia dan sebagai Country Chair of Global Dignity Day,sebuah pergerakan global diinisiasi oleh the Crown Prince of Norway, Haakon.


Sekarang Onte bekerja sama dengan CECT menjalankan MM Trisakti tentang Kewirausahaan Masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

Galeri EPSP Angkatan 4

 

 

   

Sesi perkenalan EPSP angkatan ke 4. @CCPHI 2016

 

Bupati Abdullah Azwar Anas dari Banyuwangi di hadapan peserta EPSP 4 memaparkan tentang kemitraan di pemerintahan. ©CCPHI 2016.

 

 

 

 

 

   

Prof. Dr. Emil Salim memaparkan tentang “Sustainable Development” @CCPHI 2016.

 

Kelas EPSP angkatan ke-4 bersama Prof. Firmanzah Ph.D – Rektor Universitas Paramadina, sebagai narasumber "Leadership & Teamwork" bersama peserta. ©CCPHI 2016.

 

 

 

 

 

   

Kelas EPSP angkatan ke-4 bersama Erna Witoelar, sebagai narasumber "Global Goals" bersama peserta. ©CCPHI 2016.

 

Peserta EPSP Angkatan 4 berfoto bersama setelah proses pelantikan sebagai wisudawan dan wisudawati di kampus Paramadina ©CCPHI 2016.