EPSP Angkatan 2

Tentang EPSP Angkatan 2


Executive Program for Sustainable Partnership (EPSP) adalah Program Pendidikan Eksekutif yang merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Paramadina dengan CCPHI dan didukung oleh Ford Foundation.


Program Pendidikan EPSP Angkatan 2 yang berlangsung pada Mei – Agustus 2015 diikuti oleh 17 peserta dari tiga sektor utama kemitraan yaitu pemerintah, perusahaan dan LSM. Para peserta Angkatan 2 diharapkan dapat membangun kemitraan baik antar ketiga sektor tersebut maupun dengan masyarakat, dalam mendukung program-program pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama dalam bidang pembangunan berkelanjutan.


Di pertemuan terakhir, para peserta mempresentasikan prototype kemitraan yaitu rancangan proyek rintisan berdasarkan pengamatan langsung di lapangan. Prototype yang dipresentasikan berlandaskan pada azas-azas pembangunan berkelanjutan. Diharapkan prototype tersebut dapat diimplementasikan oleh ketiga sektor sebagai bagian dari pemangku kepentingan tersebut.

 

Peserta:


Bisnis

  • Andi Prasetyo – Vice President, PT. Japfa Comfeed Tbk.
  • Christina Maria Theresa Juinita Senduk – Client Services Director, PT. Aimia
  • Faiza Anindita – CSV Executive, PT. Nestlé Indonesia 
  • John Luis Rondangkir – Sr. Liaison Officer Community Capacity Building TPRA, PT. Freeport Indonesia 
  • M. Alfatih Timur – Founder & CEO, Kitabisa.com 
  • Rina Suryani – External Communications Lead, IBM Indonesia
  • Seruni Rhea Sianipar – Country Head of Corporate and Government Affairs, PT. Mondelez Indonesia
  • Verdy Abdullah – Group Leader Business Consultant & Training (Community Economic Development), PT. Freeport Indonesia

Organisasi Nirlaba

  • Ananta Gondomono – Partnership Building Officer, CCPHI
  • Anindita Sitepu – Programme Director, Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI)
  • Bachtarudin Gunawan – Senior Advisor, Urban Sanitation Development Program (USDP)
  • IBP Angga Antagia, Deputy Executive Director, ISD - APINDO
  • Inne Silviane – Executive Director, Yayasan Cipta Cara Padu 
  • Sri Kusuma Hartani – Climate-dengue Resilience Quality Assurance, Mercy Corps Indonesia

Pemerintah

  • Sudi Astono – Kepala Seksi Pengawasan Norma Pelayanan Kesehatan Kerja, Kementerian Tenaga Kerja
  • Suyadi Pawiro – Kepala Bagian, Kementerian Pemuda dan Olahraga
  • Yuspian – Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Sekda Kab. Belitung Timur



Narasumber:

 

 

Bima Arya Sugiarto Ph.D - Walikota Bogor

 

Saat ini Bima adalah Walikota Bogor dan masih aktif mengajar di Universitas Paramadina Jurusan Hubungan Internasional dan Pascasarjana. Sekaligus sebagai konsultan dan pengusaha, Bima juga dikenal sebagai motivator dan inspirator yang memiliki banyak ide dan gagasan yang inovatif dan kreatif. Pada usia 26 tahun Bima memperoleh gelar Master di bidang Studi Pembangunan dari Monash University Australia dan kemudian memulai karirnya sebagai dosen di FISIP Universitas Parahyangan Bandung. Pada tahun 2001 Bima hijrah dan bergabung menjadi dosen di Universitas Paramadina. Pada tahun 2002 Bima mendapat beasiswa dari pemerintah Australia untuk menempuh studi tingkat doktor di Australia, dan diselesaikan pada tahun 2006.  

 



 

David Hulse, Representative, Ford Foundation Jakarta Office

 

David Hulse, sebagai perwakilan Ford Foundation di Indonesia fokus pada isu-isu terkait hak seksual dan kesehatan reproduksi pria dan wanita dengan mempromosikan kontrasepsi dan informasi kesehatan reproduksi. Sebelumnya David menjabat untuk Vietnam dan Thailand dimana fokusnya ada penguatan organisasi social kemasyarakatan.


David memperoleh gelar master di bidang Kebijakan Publik di the Kennedy School of Government, Harvard University dan BA di Earth Science and Environmental Studies, Iowa State University.

 

 

 

Dinna Wisnu, Ph.D, Director, Paramadina Graduate School of Diplomacy & Paramadina Graduate Schools

 

Dinna Wisnu turut mendirikan sekolah pascasarjana pertama diplomasi di Indonesia "Paramadina Graduate School of Diplomacy". Di Universitas Paramadina, ia menjabat sebagai Direktur Paramadina Graduate School of Diplomacy & Direktur Paramadina Graduate Schools.


Spesialisasi adalah ekonomi politik internasional, dengan fokus pada kebijakan kesejahteraan sosial, ekonomi politik pembangunan, tenaga kerja dan hubungan industrial, juga diplomasi, Dinna diundang untuk mengajar beberapa topik kuliah di SunKyun Hwan Universitas dan Sogang University di Korea Selatan, Spelman College di Atlanta Amerika Serikat, Kementerian Indonesia Luar Negeri & Bank Indonesia, khususnya pada topik ekonomi politik internasional dan diplomasi.


Dinna menulis untuk surat kabar (Seputar Indonesia, Jakarta Post, Kompas dan seperti yang diminta oleh media lokal & asing), pembicara di TV dan radio terkait ekonomi politik internasional dan diplomasi, juga dikutip di berbagai media internasional seperti China People Daily, Associated Press, Channel News Asia, dll.

 

 

 

 

Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ahli Ekonomi

 

Dorodjatun adalah salah satu lulusan terbaik FEUI tahun 1964 dengan spesialisasi Moneter dan Keuangan Negara. Ia memperoleh gelar MA (Financial Administration) dari University of California di Berkeley dengan beasiswa Ford Foundation dan berstatus PhD Candidate. Ia meraih gelar doktornya (Ph.D.) dengan disertasi berjudul Political Economy: The Case on Indonesia under the New Order, 1966-1980. Pada tahun 2003 ia dianugrahi gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Manajemen dari Universitas Teknologi Malaysia di Johor, Malaysia.


Di pemerintahan Dorodjatun pernah menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat, Menko Perekonomian (Kabinet Gotong-Royong RI). Selanjutnya di tunjuk sebagai Co-Chair Panel 45 bersama Bapak Ali Alatas, SH khusus untuk merumuskan posisi RI di dalam Sidang Umum PBB ke-60. Anggota Dewan Pengarah Lembaga Ketahanan Nasional RI (LEMHANNAS RI) serta menduduki berbagai posisi penting pada beberapa perusahaan domestik dan asing di Indonesia seperti; Komisaris Utama – Bank BTPN, Komisaris Independen - Perusahaan Asuransi AIA Indonesia, PT Hero Supermarket serta Vice President Commissioner – PT Maxim Mitra Global dan tetap menjabat sebagai Guru Besar dan dosen di FEUI.

 

 

 

 

Prof. Dr. Emil Salim - Ahli Ekonomi, Cendekiawan

 

 

Prof. Dr. Emil Salim adalah seorang ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia. Emil adalah tokoh lingkungan hidup internasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia. Ia juga penerima anugerah Blue Planet Prize pada tahun 2006 dari The Asahi Glass Foundation. Sebelumnya, pada tahun 1994, setelah menyelesaikan jabatan sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup dan Kependudukan, Emil beserta koleganya seperti Koesnadi Hardjasoemantri, Ismid Hadad, Erna Witoelar, M.S. Kismadi, and Nono Anwar Makarim mendirikan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Yayasan KEHATI), sebuah NGO yang bergerak di bidang pelestarian lingkungan.

 


 

Helmi Yahya, Pembawa Acara dan Produser

 

Helmy Yahya adalah seorang pembawa acara televisi di serta produser dari berbagai acara kuis-kuis lokal ataupun adaptasi dari kuis di luar negeri, serta beberapa acara reality show.


Pada tahun 2009 dan 2010, ia mendirikan lembaga kursus Helmy Yahya Broadcasting Academy di Bandung, Surabaya dan Jakarta.

 


 

Milawarma - President Director, PT Bukit Asam Tbk

 

Milawarma adalah profesional yang menjabat sebagai Direktur Utama PT. Bukit Asam Tbk (PTBA) sejak tahun 2011. Sebagai direktur utama Milawarma melakukan transformasi di PTBA yang semula sebagai perusahaan tambang batubara menjadi perusahaan yang ramah lingkungan dengan mengembangkan energi terbarukan. Milawarma mendapatkan banyak penghargaan seperti The Best CEO 2014 - rank 4 (SWA, Dunamis, Ipphos), The Best CEO Listed Company 2014 (Anugerah Business Review), The Best Green CEO 2014 (Warta Ekonomi), The Most Inspirational CEO 2014 (Men's Obsession), The Best Enterpreneur 2014 (Asia Pacific Entrepreneurship Award/APEA 2014) dll.

 

 

 

 

Natalia Soebagjo, Executive Director, Center for the Study of Governance University of Indonesia

 

 

Natalia Soebagjo – direktur eksekutif Pusat Studi Pemerintahan UI, juga menjabat sebagai Board member of Transparency International dan Chair of the Executive Board of TI Indonesia. Saat ini dia juga sebagai anggota Tim Independen Reformasi Birokrasi yang di kepalai oleh Boediono wakil presiden RI ke 6.

 
Natalia, memperoleh gelar Master di bidang Kesenian dari University of California, Berkeley, US. Dia juga memiliki banyak pengalaman di bidang keuangan, memiliki 2 perusahaan sekuritas dan sebagai ketua komite Bursa Efek Jakarta. 
 

 

 

 


 

Silverius Oscar Unggul (Onte), Founder, Yayasan Cinta Alam

 

 

 

 

 

Silverius Oscar Unggul (onte), adalah pendiri Yascita dan Direktur Eksekutif Jaringan untuk Hutan (JAUH) yang merupakan salah satu LSM berbasis masyarakat yang mempromosikan tentang pembalakan.


Idenya tentang “Konglomerasi Sosial” menempatkannya sebagai Social Entrepreneur of The Year (Ernst and young, 2008). Onte juga di pilih sebagai Young Global Leader (YGL) dari World Economic Forum dan mendapat kesempatan untuk diundang pada acara pertemuan tahunan di Davos. 2010, Onte bersama Telapak dipilih sebagai Skoll Social Entrepreneur di Skoll World Forum in Oxford. Onte juga terpilih sebagai Ashoka Fellow – salah satu jaringan social entrepreneur terbesar di dunia dan sebagai Country Chair of Global Dignity Day,sebuah pergerakan global diinisiasi oleh the Crown Prince of Norway, Haakon.


Sekarang Onte bekerja sama dengan CECT menjalankan MM Trisakti tentang Kewirausahaan Masyarakat.

 

 

 

 


 

 

 

Galeri EPSP Angkatan 2 

 

 

Kelas EPSP Sesi 1 hari ke 1 bersama Prof. Firmanzah, Ph. D. - Rektor Universitas Paramadina, setelah memberikan welcome remark bersama peserta. ©CCPHI Mei 2015.

 

Kelas EPSP Sesi 1 hari ke 2 bersama Sihol Parulian Aritonang – Ketua Pengurus Tanoto Foundation, sebagai narasumber "Stake Holder Engagement" bersama peserta. ©CCPHI Mei 2015.


 

 

   

Peserta melanjutkan diskusi dengan Prof. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti PhD setelah sesi kelas “Leadership & Teamwork” selesai. @CCPHI, Mei 2015

 

Kelas EPSP Sesi 2 hari ke 2 bersama Prof. Dr. Emil Salim – Mantan Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup, sebagai narasumber “Sustainable Development”. ©CCPHI Mei 2015.


 

 

 

   

Kelas EPSP Sesi 2 hari ke 3 bersama Ir. Erna Witoelar – Pendiri dan Direktur Eksekutif WALHi dan Presiden Konsumen YLKI, sebagai narasumber “Sustainable Partnership” we-fie bersama peserta. ©CCPHI Juni 2015.

 


Kelas EPSP Sesi 2 hari ke 3 bersama Sinta Sirait – Executive - APINDO, sebagai narasumber “Prototyping” bersama peserta. ©CCPHI Juni 2015.


 

 

 

   

Peserta melakukan simulasi Logical Framework dalam kelas Project Cycle Management. @CCPHI, Juni 2015

 


Peserta EPSP Angkatan 2 berpose setelah proses pelantikan sebagai wisudawan dan wisudawati di Universitas Paramadina yang dihadiri oleh Prof. Firmanzah, Ph. D. (Rektor Universitas Paramadina); Dr Mukhlas Ansori M.Si. (Direktur Kualifikasi SDM Kemristek Dikti) dan perwakilan organisasi lain. ©CCPHI Agustus 2015.