Case Study

Tanoto Foundation dan Sekolah Dasar Negeri 169/V Desa Cinta Damai: Kemitraan Berbasis Komunitas untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan di Pedesaan

19/Jul/2017 - 17:09

Kemitraan antara Tanoto Foundation dan Sekolah Dasar Negeri 169/V Desa Cinta Damai, Kecamatan Renah Mendaluh, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, berlandaskan pada rasa saling percaya dan kesamaan perhatian pada kualitas pendidikan. Bagi Tanoto Foundation, pendidikan adalah pintu gerbang bagi penghapusan lingkaran kemiskinan yang banyak menjerat keluarga di Indonesia. Bagi pemerintah daerah melalui SDN 169/V, kemitraan ini turut membantu memperbaiki sistem pendidikan dan kualitas pendidik utamanya di daerah terpencil.

 

Keduanya sepakat melaksanakan empat kegiatan yaitu (1) peningkatan kapasitas guru, (2) peningkatan minat baca (literasi) anak, (3) perbaikan infrastruktur (sarana-prasarana), dan (4) pelibatan pemangku kepentingan untuk kemajuan sekolah. Hasil dan dampak dari program tersebut di antaranya adalah pihak sekolah secara mandiri telah berhasil membangun kemitraan dengan lembaga lain seperti pemerintah desa, Koperasi Unit Desa (KUD), Puskesmas, orang tua siswa, dan pihak perusahaan di mana masing-masing mitra memberikan sumbangan dalam berbagai bentuk. Selain meningkatnya jumlah mitra, SDN 169/V mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi. Dalam aspek kualitas pendidikan, SDN 169/V mencapai hasil Uji Kompetensi Guru di atas standar nasional.

 

Tantangan utama yang dihadapi di antaranya adalah jumlah siswa masih di bawah 200, kesulitan akses transportasi menuju sekolah, dan status guru yang masih honorer. Ke depannya Tanoto Foundation akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk penguatan kapasitas pelatih; serta menjadikan SDN mitra sebagai sekolah percontohan bagi lembaga pendidikan lainnya.

 

BTPN dan SB-IPB: Program Daya Tumbuh Usaha

13/Sep/2017 - 08:19

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) focuses on micro-, small- and medium-scale enterprises (MSME), and low-income communities (mass market). BTPN believes that mass market customers do not only need financial access but also training and mentoring to improve their business capacity and quality of life.

 

To fulfill those needs, BTPN implemented a coaching and customer empowerment program called Daya. Daya is organized in a sustainable and measurable manner and aimed at all of BTPN customers.

 

Daya Program consists of three pillars: Daya Sehat Sejahtera (Health and Wellness), Daya Tumbuh Usaha (Entrepreneurial Growth/DTU), and Daya Tumbuh Komunitas (Community Development). To improve the quality of Daya Program, particularly the Daya Tumbuh Usaha, BTPN partnered with the Bogor Institute of Agriculture’s Business School (SB-IPB) to develop training curriculum based on customers’ need. BTPN and SB-IPB believe that the implementation of Daya program can improve the customers’ business capacity.

 

The partnership between BTPN and SB-IPB initially started in 2009 to develop the module and to conduct customer need assessment. Later on in 2012, they began to develop the curricula, teaching references unit, and module improvements. The partnership between BTPN and SB-IPB also includes survey and evaluation of the activity, program monitoring of its impact on beneficiaries, and access for new business. The program implementation is supported by BTPN branch offices throughout Indonesia.

 

Daya Tumbuh Usaha or Entrepreneurial Growth (DTU) program consists of 3 sub-programs, namely Business Information Program; Skills Development; and New Business Opportunity Trainings. Besides in-class training, DTU program also disseminates information and entrepreneurial tips through posters and flyers.

 

There are more than 10,000 customers who have participated in BTPN & SB-IPB’s 4-module training program. In total, there are 187,000 customers who have participated in DTU program facilitated by 160 certified trainers.

 

Due to today’s digital era, the DTU’s curricula will also include introduction to e-commerce for those who wanted to expand their businesses. For this, BTPN involves college students to train the micro- and small-entrepreneurs in online marketing.

 

PT Holland for Water (NAZAVA) dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN): Program Baduta: Bagaimana Air Bersih Membantu Mengurangi Stunting (Balita Pendek)

19/Aug/2016 - 17:04

Program Baduta: Bagaimana air bersih membantu mengurangi stunting (balita pendek), merupakan kemitra-an antara PT Holland for Water (NAZAVA) dan Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN). Kerja sama ini dimulai dari September 2014, berlatar belakang akan ke-samaan perhatian terhadap status gizi terutama pada 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan ketersediaan air minum layak dan bersih yang diharapkan dapat meningkatkan status gizi anak dan mengurangi angka balita pendek.


Pengimplementasian program dilakukan di 6 kecamatan yaitu 3 di kabupaten Malang dan 3 di kabupaten Sidoarjo. Target utama yang menjadi fokus dari program ini adalah Ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta) sebagai upaya mendukung 1000 HPK. Kegiatan yang dilakukan yaitu NAZAVA memberikan asesmen air masyarakat dan pendidikan mengenai HWTS (Household Water Treatment and Safe storage) dan kualitas air kepada 125.000 orang, kemudian mulai melakukan pembentukan rantai pasokan yang berkelanjutan dari filter air rumah tangga melalui wirausahawan filter air kepada 30.000 orang dengan air minum aman, dan yang terakhir melakukan pembangunan kapasitas untuk sistem air masyarakat kepada 1.000 rumah tangga dengan akses air bersih.


Dalam pelaksanaan kegiatan, PT Holland for Water (NAZAVA) dan GAIN melakukan pembagian tugas sesuai dengan keahlian masing-masing. PT Holland for Water (NAZAVA) sebagai perusahaan air minum berperan dalam meneliti, memberikan penilaian kualitas air masyarakat, dan memberikan pengetahuan mengenai cara memilih sampai menyimpan air minum dengan benar. Sedangkan GAIN, berperan dalam memfasilitasi program kepada masyarakat dan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah. Kedua pihak juga saling berkoordinasi dan bekerja sama dalam proses pengimplementasian program di enam kecamatan.


Hasil yang dicapai oleh Program Baduta hingga tahun 2016 adalah 2.000 ibu kader desa dan 20.000 ibu-ibu memperoleh pelatihan mengenai air minum sehat dan aman; pelatihan rantai suplai teknologi air minum sehat kepada 80 wirausaha yang 95% nya terdiri dari perempuan.

Yayasan Ancora dan Indonesian Heritage Foundation: Sekolah Rakyat Ancora

20/Jul/2016 - 10:56

Program Sekolah Rakyat Ancora adalah kemitraan antara Yayasan Ancora (Ancora Foundation) dan Indonesian Heritage Foundation (IHF). Program bertujuan untuk me-ningkatkan kualitas pendidikan di PAUD termasuk kapasitas guru pengajarnya.


Model kemitraan yang dibangun mencerminkan keahlian masing-masing organisasi. Yayasan Ancora menggalang dana untuk pelatihan guru, melakukan identifikasi sekolah PAUD dan TK yang akan dilibatkan, melakukan pemberian bantuan teknis selama kegiatan berlangsung dan mela-kukan pengawasan dan evaluasi. Sementara IHF melaku-kan pelatihan guru, menyediakan modul Pendidikan Holistik Berbasis Karakter (PHBK), buku cerita, alat per-mainan edukatif (APE), buku rencana belajar harian, literatur pendukung dan signboard bagi mitra.


Hingga akhir tahun 2015, Sekolah Rakyat Ancora telah berhasil melatih 830 guru dari 415 sekolah PAUD yang memberikan dampak bagi lebih dari 12.000 anak di seluruh Indonesia. Materi pelatihan dan pengajaran PAUD yang dihasilkan adalah 6 modul PHBK, 122 buku cerita, 74 alat permainan edukatif, 1 modul pilar, 1 set buku pilar dan 5 literatur pendukung yang digunakan untuk merancang dua tahun sesi pembelajaran.

Academi of Sharing: Using Social Media to Build a Social Movement
Case Study by CCPHI and Centre for Asian Philantrophy and Society/CAPS

02/May/2016 - 10:55

Users of Twitter and other social media platforms connect with each other to build an Indonesian foundation committed to sharing, learning, and bridging gaps between the classroom and the professional world.

 1 2 3 >  Last ›