FORUM KEMITRAAN

Forum Lainnya

Forum Lainnya

Dialog Forum Kebijakan
CCPHI bersama dengan National Democratic Institute (NDI) melaksanakan sebuah Dialog Forum Kebijakan pada 22 Februari 2011 dengan peserta dari Pusat Parlemen Indonesia. Peserta adalah staf ahli dari Komisi Parlemen termasuk Komisi VIII bagian Pendanaan dan Komisi IX bagian Kesehatan serta wakil dari perusahaan dan LSM yang merupakan anggota HBRI. Topik dialog adalah bagaimana memperbaiki akses pelayanan kesehatan publik.

Strategic Partnership Workshop
Kantor Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Millenium Develoment Goals (MDGs) bekerja sama dengan Company-Community Partnerships for Health in Indonesia (CCPHI) dan Universitas Paramadina mengadakan lokakarya yang mendiskusikan kemitraan strategis antara publik dan swasta pada tanggal 4 Desember 2012 di Jakarta.

Prof. Nila Moeloek, Utusan Khusus Presiden RI untuk MDG membuka lokakarya dengan memberitahukan bahwa MDG akan segera berakhir dan masih banyak tujuan yang perlu dikejar. Pemerintah sekarang sedang membentuk sebuah komite untuk mendukung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kapasitasnya sebagai salah satu ketua Panel tingkat Tinggi PBB untuk Agenda Pembangunan pasca 2015. Komite akan terdiri dari para ahli dan staf tingkat tinggi untuk membantu Presiden dalam mengumpulkan pikiran dan usulan-usulan sehubungan dengan pasca MDG (setelah 2015).

Diah Saminarsih (Asisten Utusan Khusus MDG) kemudian mempresentasikan "Pencerah Nusantara", sebuah proyek percontohan di bawah koordinasi KUKP-RI untuk memperbaiki status kesehatan masyarakat di daerah tertinggal berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh tim ahli. 32 relawan yang terdiri dari 8 dokter umum, 6 bidan, 8 perawat dan 10 tenaga kesehatan telah dilatih sebagai agen perubahan, dan akan mendedikasikan waktunya selama setahun untuk melayani di tujuh puskesmas yang berada di enam provinsi (Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, dan NTT).

Kemal Soeriawidjaja (Direktur Eksekutif CCPHI) memberikan presentasi singkat mengenai kemitraan, pemetaan dan studi kasus dari sektor swasta yang akan membantu KUKP-RI dalam mengembangkan data base yang menunjukkan hasil kerja mereka dalam mendukung pencapaian MDGs di Indonesia. CCPHI akan bekerja sama dengan Universitas Paramadina untuk mengumpulkan data program atau kemitraan antara perusahaan dan LSM. Data yang dikumpulkan akan diunggah ke www.mdgsindonesia.org pada bulan April 2013.

Sebanyak 68 peserta yang terdiri dari 17 perusahaan, 16 LSM dan 3 institusi pendidikan hadir dalam lokakarya ini.

Health Economics
Pada tanggal 1 Februari 2012 Company-Community Partnerships for Health Indonesia (CCPHI) bersama Nestlé Indonesia menyelenggarakan diskusi dengan judul 'Malnutrisi pada Anak, dari Perspektif Health Economics'. Diskusi ini merupakan bagian dari kegiatan CCPHI yang memfasilitasi kemitraan antara pihak swasta dan LSM dalam bidang nutrisi yang dihadiri oleh 39 peserta dari satu institusi pendidikan, delapan perusahaan, 12 LSM, satu lembaga donor, dan lima media cetak/elektronik.

Diskusi menghadirkan tiga orang pembicara ahli di bidang health economics dan kesehatan, yakni Dr. Jörg Spieldenner, MD, MSc, MAS - Global Head of Health Economics and Epidemiology, Nestlé Nutrition Institute; Prof. Dr. Firman Lubis - Ketua Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia dan Ketua Yayasan Kusuma Buana; serta guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. Saptawati Bardosono, MSc. Ketiga pakar ini membahas bagaimana malnutrisi pada anak bisa memberikan dampak negatif terhadap ekonomi dan sebaliknya, bagaimana ekonomi dapat membantu mengatasi masalah malnutrisi pada anak.

Diskusi menyimpulkan bahwa malnutrisi dapat menurunkan tingkat produktivitas serta dampak negatif dari segi ekonomi. Salah satu solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut, adalah meningkatkan kemitraan antar sektor LSM/publik dan bisnis dalam menjalankan program nutrisi yang efektif. Kemitraan yang baik adalah kemitraan yang menggabungkan kompetensi dari kedua pihak yakni pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh sektor LSM/publik, dengan sistem distribusi dan produksi yang berkualitas dari sektor swasta.

West Java Public-Private Partnerships
Pertemuan West Java Public-Private Partnership (PPP) Round-Table Discussion diadakan di Bandung pada tanggal 8 April 2011, dihadiri oleh 54 orang yang mewakili 39 organisasi, dari pemerintah, perusahaan, asosiasi, dan LSM. Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (UNPAD) menjadi tuan rumah diskusi ini yang bertujuan untuk mengeksplorasi dan mempromosikan kemitraan multi-stakeholders (sektor swasta, universitas, pemerintahan dan LSM) di Jawa Barat.

Pertemuan tersebut menampilkan dua presentasi mengenai kemitraan. Presentasi pertama oleh, PT Dewhirst (PTD) yang mempresentasikan kemitraannya dengan Yayasan Kusuma Buana (YKB) dengan judul "Safe Motherhood", dan presentasi kedua oleh Universitas Padjadjaran mempresentasikan "Public-Private Partnerships" yang bekerja sama dengan sebuah klinik kesehatan swasta. Untuk mengetahui lebih jauh tentang kemitraan mereka, silakan baca studi kasus berikut ini.

PTD menerapkan asuransi kesehatan bagi pekerjanya sesuai dengan kebijakan pemerintah. PTD bekerja sama dengan YKB untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi pekerja. PTD juga bermitra dengan PT Medika Pratama (MP), sebuah perusahaan asuransi untuk menutup biaya pelayanan kesehatan. Kerjasama perusahaan ini menurunkan angka ketidakhadiran maupun angka pekerja yang keluar dari perusahaan. Kerjasama ini juga meningkatkan produktifitas dan memperbaiki kesehatan pekerja. Melihat keberhasilan program yang telah dilaksanakan, kemitraan dengan YKB dan MP dilanjutkan ke program safe motherhood yang berfokus memperbaiki kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Unit Penelitian Kesehatan (UPK) Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran mempresentasikan kemitraannya dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). Kemitraan ini telah membangun sebuah klinik kesehatan swasta yang bertujuan untuk mencegah dan merawat pengidap HIV di kalangan pengguna jarum suntik di Bandung, Jawa Barat. Klinik ini menggunakan metode dan tools yang dikembangkan oleh Integrated Management of Prevention And Control & Treatment of HIV/AIDS (IMPACT), sebuah program lima tahun yang didanai oleh Komisi Uni Eropa dan Dinas Kesehatan Jawa Barat. Klinik ini menyediakan perawatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan pencegahan, pengobatan, dan kegiatan penurunan dampak buruk (harm reduction) di sekolah, masayarakat dan lembaga pemasyarakatan.

Diskusi berlangsung menarik dengan kesimpulan bahwa (1) kemitraan merupakan benefit sharing, bukan hanya problem sharing; (2) kemitraan tidak selalu berupa hubungan donor-recipient, tetapi berbagi keahlian, waktu dan teknologi; (3) diskusi ini perlu dilanjutkan di Jawa Barat. UNPAD dan CCPHI akan mengekplorasi rencana pertemuan berikutnya.