Webinar Forum Kemitraan Kesehatan: Kesehatan Pulih Ekonomi Bangkit

Direktorat Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan dan CCPHI - Kemitraan untuk Masyarakat Berkelanjutan menyelenggarakan Forum Diskusi “Peran Dunia Usaha, Filantropi dan Media dalam Gerakan Masyarakat Bersatu untuk Menerapkan Protokol Kesehatan, Hidup Sehat dan Produktif” pada tanggal 21 Oktober 2020 melalui zoom meeting dan disiarkan secara streaming melalui akun FB @ditpromkes. 

Acara ini menghadirkan dr. Kirana Pritasari MQIH, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan sebagai keynote speaker, dengan empat narasumber yaitu drg. Kartini Rustandi, M.Kes, Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan; dr. Riskiyana S. Putra M.Kes,  Direktur Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan;  Vera Galuh, VP General Secretary Tirta Investama dan Zainal Abidin, Group Head AGRO Dompet Dhuafa. Diskusi ini dimoderatori oleh Tri Agung Kristanto, Wakil Pemimpin Redaksi KOMPAS. Acara yang dibuka oleh Sonny Sukada, Direktur Eksekutif CCPHI dan Dwi Adi Maryandi, Promosi Kesehatan & Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, dihadiri oleh peserta dari pemerintah, dunia usaha, NGO, media dan lembaga pendidikan.

Sonny Sukada menjelaskan “Forum ini merupakan ruang temu untuk berbagi pengetahuan, pengalaman dan praktik terbaik berbasis bukti dalam upaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan produktif selama pandemi COVID-19 yang pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi Indonesia.”

dr. Kirana Pritasari MQIH (Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan) menyampaikan apresiasinya kepada kepada CCPHI yang telah menggalang kemitraan dengan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat sehingga Webinar Forum Kemitraan Kesehatan ini dapat terselenggara dan menjadi ajang diskusi, sharing pemikiran dan pengalaman berbasis bukti dari berbagai ahli yang memiliki kompetensi di bidangnya dalam memetakan masalah dan dampak yang timbul selama pandemi, untuk kemudian merumuskan tindakan apalagi yang bisa dilakukan dalam menekan penyebaran COVID-19 di tengah masyarakat. Webinar juga diharapkan dapat memberikan motivasi, memantik minat dan komitmen bagi dunia usaha dan mitra potensial yang tetap melaksanakan kegiatan selama pandemi; untuk bergerak bersama dengan sumber daya masing-masing dalam menerapkan protokol kesehatan; utamanya dalam disiplin memakai masker, menjaga jarak minimal 1 meter, dan sering mencuci tangan memakai sabun”. 

Drg. Kartini Rustandi M.Kes (Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan) menyatakan bahwa penerapan adaptasi kebiasaan baru bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19 namun juga mendukung keberlangsungan usaha baik di tempat kerja maupun tempat dan fasilitas umum. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai tujuan agar masyarakat dapat hidup produktif dan aman Covid-19.

Selanjutnya, Vera Galuh Sugiyanto selaku VP General Secretary PT Tirta Investama menyampaikan bahwa dunia usaha telah menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja baik di kantor maupun di pabrik. Perusahaan telah membuat panduan untuk Return to Office Safely agar produktivitas perusahaan tetap berlangsung, membentuk team tanggap Covid-19, serta menyediakan fasilitas pendukung seperti menyediakan kelompok pendukung virtual; menyediakan disinfektan dan boks sterilisasi, membuat pembatas, membuat penanda dan marking untuk menjaga jarak.

Zainal Abidin, Group Head AGRO Dompet Dhuafa menjelaskan bagaimana DD sebagai perusahaan sosial mendistribusikan donasi yang diamanahkan untuk membantu meringankan masyarakat yang terkena dampak pandemi COVID-19. Dompet Dhuafa telah menebar Zakat Fitrah dan memberikan sedekah beras; menyalurkan Hewan Kurban dan membagikan sedekah daging; membagikan sayur mayor/produk pertanian, donasi sembako, serta pendampingan kepada petani; yang kesemuanya dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk staff DD yang diwajibkan untuk rapid/swab test secara berkala.

Dr. Riskiyana Sukandhi Putra, M.Kes., Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan menyampaikan bahwa partisipasi seluruh elemen masyarakat merupakan kunci keberhasilan sebuah program. Berkolaborasi dengan banyak pihak harus terus dilakukan karena selain dapat memperluas jangkauan partisipasi juga dapat memperkaya pengetahuan dan wawasan yang bermanfaat dalam membuat strategi dan kebijakan ke depam. Pemerintah selalu mencari formula terbaik untuk dapat menaikkan kesadaran dan partisipasi masyarakat agar mentaati protokol kesehatan. 

Rekaman diskusi dapat diakses di: https://www.facebook.com/ditpromkes/videos/1177361749324496/?sfnsn=wiwspwa