mPosyandu Bikin Pelaporan Tak Lagi Rumit

SHNet, JAKARTA – Orandum Est Ut Sit Mensana Incorpore Sano. Marilah kita berdoa agar dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Itu pepatah latin kuno dan masih sangat relevan hingga saat ini.

Tetapi agar badan dan jiwa sehat, tidak cukup dengan berdoa. Harus ada tindakan, perbuatan nyata. Berdoa tanpa tindakan adalah mati.

Pada tahun 1975, Departemen Kesehatan Indonesia, sudah sangat sadar dan paham pepatah kuno itu. Bagaimana menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang sehat dan kuat dengan jiwa yang tangguh, kokoh dan ulet. Salah satu cara yang ditempuh adalah membentuk Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) yang menjadi cikal bakal Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) sepuluh tahun kemudian dan dikenal luas saat ini.

Posyandu pada pokoknya adalah upaya perbaikan gizi anak pada usia dini. Dalam perjalanan waktu tentu banyak pengembangan, misalnya dikaitkan dengan masih tingginya kematian ibu dan anak saat melahirkan atau pada usia dini. Kini Posyandu menjadi salah satu bentuk upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Posyandu menjadi upaya memberdayakan dan memudahkan masyarakat untuk memperolah layanan kesehatan dasar bagi ibu (hamil), bayi dan anak balita.

Apa yang bisa diperoleh kalau mengikuti Posyandu? Dalam dunia moderen, informasi dan pelayanan kesehatan bagi ibu, bayi, dan anak balita sangat dibutuhkan. Dengan mengikuti posyandu, pertumbuhan anak balita terpantau sehingga tidak menderita gizi kurang atau gizi buruk. Ibu hamil juga akan terpantau berat badannya dan memperoleh tablet tambah darah (Fe) serta imunisasi Tetanus Toksoid.

Selain itu juga ada penyuluhan kesehatan terkait tentang kesehatan ibu dan anak. Apabila terdapat kelainan pada bayi, anak balita, ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui dapat segera diketahui dan dirujuk ke puskesmas.

Komitmen HSBC

Nah, HSBC (The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation) adalah salah satu koorporasi yang berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan posyandu di Tanah Air saat ini. Bersama Wahana Visi Indonesia (WVI), HSBC membentuk Pos PINTAR, yakni program penguatan Posyandu dengan memperbaiki sistem pendataan, pemantauan tumbuh kembang, serta meningkatkan konseling gizi di masyarakat dengan menggunakan teknologi berbasis telepon pintar. Program ini berwujud aplikasi: mPosyandu.

Dengan aplikasi ini, layanan posyandu dalam hal akurasi data, kecepatan penelitian, kecendrungan untuk memberikan umpan balik kepada pengasuh balita lebih cepat dan akurat. Pos PINTAR tersebut sudah tersedia di tiga provinsi, yakni Kelurahan Cilincing dan Kelurahan Semper Barat di Kecamatan Cilincing, DKI Jakarta; Kelurahan Sidodadi, Kelurahan Simalawang di Kecamatan Simokerto, Surabaya, Jawa Timur; dan Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kelurahan Sungai Jawi Dalam, Kelurahan Sungai Beliung dan Kelurahan Pal Lima, Kecamatan Pontianak Barat, Kalimantan Barat.

Hartinah Wiyanti, Staf Gizi Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, mengatakan keberadaan Pos PINTAR memudahkan pengambil kebijakan untuk mengambil keputusan atas berbagai hal yang harus dilakukan. “Data dengan cepat bisa didapat, diolah, dianalisa dan diambil tindakannya. Saya berharap mPosyandu bisa dimanfaatkan juga oleh daerah-daerah lain,” kata Hartinah.

Selama ini ada banyak orang yang mengumpulkan data saat melakukan posyandu. Data menumpuk pada buku besar. Namun, setelah data tersedia, tak jarang tidak ada langkah lanjutannya. “Inilah keuntungan dari mPosyandu ini, kapan data dibutuhkan tidak perlu antri, cukup dengan pencet tombol handphone saja,” ujar Hartinah.

CEO & National Director WVI, Doseba Tua Sinay, mengungkapkan mPosyandu adalah aplikasi ponsel berbasis Anroid dengan dua fitur, yakni fitur pemantauan tumbuh kembang dan konseling PMBA berbasis masyarakat. Aplikasi mPosyandu dikembangkan karena jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia terus meningkat. Bahkan Indonesia telah menjadi negara dengan pengguna telepon seluler terbanyak di dunia.

Dengan aplikasi seperti itu, cara memberi layanan makin mudah. Efektif dan efisien dari segi waktu. Data juga bisa diakses kapan saja dari telepon seluler yang digunakan. “Di daerah rural, efektivitas mPosyandu kini sangat tergantung pada kerja sama dengan pemerintah daerah. Namun, pemanfaatan teknologi ini sangat efektif kalau bisa digunakan dengan baik,” kata Doseba. mPosyandu di rural telah diuji coba di 10 posyandu di Sikka, Nusa Tenggara Timur pada tahun 2013-2015 lalu. Hasilnya cukup memuaskan. Sementara mPosyandu di wilayah urban diuji coba di 4 posyandu di Jakarta dengan melibatkan total 74 kader posyandu.

Kerjasama Kemitraan

Nuni Sutyoko, Senior Vice President & Head of Corporate Sustainability HSBC, mengatakan program mPosyandu adalah kerja sama kemitraan. Pihaknya tidak dalam posisi sebagai donatur, tetapi semua pihak memegang peran sesuai kapasitasnya masing-masing. “Ini bukan kerja marketing HSBC. Sama sekali tidak. Ini adalah investasi nilai, kerjasama kemitraan kita,” katanya.

Semua pihak berkewajiban mencerdaskan kehidupan anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus. HSBC dalam ini mengambil bagian dalam tugas tersebut. Ada banyak program yang bisa dijalankan untuk menciptakan dan menyiapkan generasi masa depan dengan lebih baik. Namun semua itu, kata Nuni Sutyoko, mesti dilakukan dengan cara bermitra dengan lembaga atau instansi lain. Antara pihak sawata dan pemerintah, antara swasta dan swasta perlu digalang kerja sama agar efektivitas berbagai kegiatan kemanusiaan lebih berdampak.

Di sejumlah negara, katanya, program CSR HSBC disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing negara. Namun di Indonesia lebih dikonsentrasikan pada urusan ibu dan anak serta masalah pendidikan anak. Tingginya kematian ibu hamil, ibu dan anak serta kondisi gizi buruk adalah salah satu pertimbangannya.

HSBC akan selalu mendukung kemajuan dan keberlanjutan pembangunan termasuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Program Pos PINTAR yang berjalan saat ini dipandang mampu meningkatkan layanan kesehatan bagi anak dengan lebih baik.

Pos PINTAR dengan aplikasi mPosyandu merupakan aplikasi posyandu digital pertama di Indonesia. Keberadaan mPosyandu secara perlahan mengganti peran buku besar yang biasa dipakai kader posyandu dalam mencatat data. Dengan teknologi aplikasi ini, semua data terpusat ke server yang dengan mudah diakses dan dianalisa. Dengan demikian, ketika mengikuti posyandu tak lagi mengantri terlalu lama karena kader masih membongkar-bangkir di mana data peserta tercatat sebelumnya. Salam Sehat Pos PINTAR. (Inno Jemabut)

Artikel diambil dari SHNet : http://sinarharapan.net/2017/05/mposyandu-bikin-pelaporan-tak-lagi-rumit/